
Keanekaragaman Hayati · 2026
Konservasi Bambu Gombong (Gigantochloa pseudoarundinacea) sebagai Solusi Stabilisasi Tanah
Irwinanda Satria Putra, Tri Setia Wibowo, Hasia Ahmadi, Reza Mardian, Asep Sunandar dan Yanuar Widi Prabowo
Stok habis
Deskripsi
Buku ini menguraikan dinamika degradasi lahan dan kerentanan bencana tanah longsor di Indonesia yang kian diperparah oleh fenomena perubahan iklim global serta hilangnya tutupan pohon akibat deforestasi. Kerusakan fisik tanah lempung vulkanik pada lereng perbukitan yang terjal melemahkan daya dukung mekanis tanah dan memicu pembentukan bidang gelincir yang membahayakan keselamatan jiwa. Sebagai bentuk Solusi Berbasis Alam, buku ini menyajikan kajian ilmiah mendalam mengenai keunggulan bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinacea) dari famili Poaceae yang memiliki tipe perakaran serabut padat tanpa akar tunggang. Jalinan akar serabut ini bekerja menyerupai jaring biologis halus yang menyelimuti butiran tanah, mengikat agregat tanah lepas, mereduksi tingkat erosi permukaan secara signifikan, serta melipatgandakan kapasitas infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Melalui studi kasus di Taman Keanekaragaman Hayati Nagrog, Kabupaten Bandung, buku ini membedah keberhasilan penerapan program inovasi Peningkatan Sistem Perakaran Poaceae pada Gigantochloa pseudoarundinacea sebagai Penopang Struktur Tanah di Taman Kehati yang dipelopori oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang bersama pemerintah daerah dan masyarakat lokal. Menggunakan teknik silvikutur dengan pengaturan jarak tanam teratur 10 x 20 meter, program ini berhasil merehabilitasi lahan kritis seluas 2 hektar, menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 19,23%, serta memicu kembalinya keanekaragaman flora dan fauna endemik pegunungan. Sinergi multipihak ini tidak hanya memulihkan fungsi hidrologis dan mekanis tebing, melainkan juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman sereh wangi dan pemanfaatan rebung.
[ Baca Selengkapnya ]
Buku ini menguraikan dinamika degradasi lahan dan kerentanan bencana tanah longsor di Indonesia yang kian diperparah oleh fenomena perubahan iklim global serta hilangnya tutupan pohon akibat deforestasi. Kerusakan fisik tanah lempung vulkanik pada lereng perbukitan yang terjal melemahkan daya dukung mekanis tanah dan memicu pembentukan bidang gelincir yang membahayakan keselamatan jiwa. Sebagai bentuk Solusi Berbasis Alam, buku ini menyajikan kajian ilmiah mendalam mengenai keunggulan bambu gombong (Gigantochloa pseudoarundinacea) dari famili Poaceae yang memiliki tipe perakaran serabut padat tanpa akar tunggang. Jalinan akar serabut ini bekerja menyerupai jaring biologis halus yang menyelimuti butiran tanah, mengikat agregat tanah lepas, mereduksi tingkat erosi permukaan secara signifikan, serta melipatgandakan kapasitas infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Melalui studi kasus di Taman Keanekaragaman Hayati Nagrog, Kabupaten Bandung, buku ini membedah keberhasilan penerapan program inovasi Peningkatan Sistem Perakaran Poaceae pada Gigantochloa pseudoarundinacea sebagai Penopang Struktur Tanah di Taman Kehati yang dipelopori oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang bersama pemerintah daerah dan masyarakat lokal. Menggunakan teknik silvikutur dengan pengaturan jarak tanam teratur 10 x 20 meter, program ini berhasil merehabilitasi lahan kritis seluas 2 hektar, menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 19,23%, serta memicu kembalinya keanekaragaman flora dan fauna endemik pegunungan. Sinergi multipihak ini tidak hanya memulihkan fungsi hidrologis dan mekanis tebing, melainkan juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman sereh wangi dan pemanfaatan rebung.
Detail Buku
- ISBN
- Halaman
- 75 halaman
- Ukuran
- 17,6 x 25 cm
- Tahun
- 2026

